5 Pandangan Yang Salah Tentang Arsitektur

Apa yang muncul di kepalamu ketika mendengar kata “arsitek” atau “arsitektur”? Apakah kamu membayangkan seorang pria yang duduk sendirian dengan pensil di belakang telinganya, menggambar karya seni kreatif sepanjang hari? Atau, mungkin kamu membayangkan tim yang terdiri dari orang-orang yang bekerja sama untuk melukis desain rumit untuk sebuah bangunan.
Meskipun kesalahpahaman ini mungkin terlintas di benak kebanyakan orang, mereka bukanlah representasi terbaik dari bidang arsitektur. Ada begitu banyak hal dalam arsitektur daripada yang selama ini dipikirkan kebanyakan orang, jadi kami di sini untuk mengklarifikasi beberapa mitos umum yang mungkin pernah kamu dengar. Baca terus untuk mengungkap kebenarannya!

Arsitek harus jago menggambar

Pertama, tidak diragukan lagi mahasiswa arsitektur akan menghabiskan banyak waktu untuk menggambar selama mereka mempelajari arsitektur. Tetapi bukan berarti kemampuan menggambarmu harus seperti dewa agar bisa diterima di sekolah arsitektur. Kamu tetap bisa menjadi arsitek meskipun merasa kurang berbakat dalam urusan menggambar.
Jangan salah paham, kamu masih harus bisa membuat sketsa gambar sederhana. Namun, gambarmu tidak dimaksudkan sebagai karya seni; tujuannya adalah untuk mengkomunikasikan ide-idemu kepada orang lain. Oleh karena itu, persepsi spasial yang baik (kemampuan untuk memahami bagaimana objek dan ruang yang berbeda berhubungan satu sama lain) sangat penting.
Selain itu, arsitek saat ini menggunakan perangkat lunak desain berbantuan komputer (CAD), seperti AutoCAD, untuk membuat gambar 2D dan 3D realistis yang akan menampilkan konsep yang diusulkan kepada klien dengan lebih baik.

Arsitektur adalah gelar seni

Jika sebelumnya kamu percaya bahwa arsitektur adalah seni atau sains, maka kamu setengah benar dan setengah salah. Meskipun arsitek harus banyak menggambar, bidang ini sebenarnya membutuhkan aplikasi seni dan sains.
Untuk membangun sebuah struktur yang hebat, tidak hanya harus menyenangkan dan kreatif, tetapi juga layak, fungsional, ekonomis dan aman. Di sinilah sains dan teknik berperan. Arsitek perlu menyeimbangkan kreativitas mereka dengan kendala dan material dunia nyata yang mungkin menyulitkan desain arsitektur yang rumit untuk menjadi hidup.

Arsitek membangun gedung seperti insinyur sipil

Meskipun arsitek dan insinyur dapat bekerja sama untuk membangun sebuah bangunan atau struktur, mereka tidak memiliki peran yang sama. Arsitek bertanggung jawab untuk menghasilkan desain kreatif suatu struktur sedangkan insinyur adalah pelaksana desain. Seorang insinyur akan menggunakan cetak biru arsitek untuk menghidupkan desain menggunakan prinsip ilmiah dan matematika.
Untuk menghasilkan struktur yang berkembang dengan baik dan aman, fungsional dan stabil, baik arsitek maupun insinyur harus bekerja dalam hubungan simbiosis. Artinya, arsitek tidak boleh meninggalkan sebuah proyek setelah mereka menyelesaikan cetak birunya; mereka tetap mengawasi konstruksi dan memastikan desain mereka diterjemahkan secara akurat oleh teknisi.

Arsitek bekerja sendiri

Jika kamu berpikir untuk terjun ke bidang ini karena persepsi yang salah bahwa seorang arsitek bekerja sendiri menggambar di kantor sepanjang hari, mungkin kamu harus mempertimbangkan kembali keputusanmu.
Sebagai seorang arsitek, kamu tidak hanya perlu mempresentasikan idemu kepada klien, tetapi kamu juga perlu mengomunikasikan konsep akhir kepada semua orang yang mengerjakan proyek yang sama (misalnya kontraktor, pembangun, insinyur). Karena itu, kamu harus memiliki kepercayaan diri serta keterampilan komunikasi yang baik untuk memastikan semua orang memiliki pemahaman yang sama.

Arsitektur hanya untuk pria

Apakah gagasan tentang arsitektur yang didominasi oleh laki-laki membuatmu takut? Yah, seharusnya tidak. Meskipun di permukaan tampak seperti dunia laki-laki, namun dengan penggambaran arsitek laki-laki di media, seperti profesi lainnya, jenis kelaminmu tidak boleh menghambat minatmu di bidang tersebut. Jadi jangan takut untuk mengejar impianmu dan meraih bintang, apa pun jenis kelaminmu!
Sekarang setelah kamu memiliki pandangan yang jelas tentang industri arsitektur, kami harap ini akan membantu membuat keputusan yang lebih tepat tentang mempelajari arsitektur.